Senin, 22 Agustus 2016

Perpindahan Kalor


                                      Perpindahan Kalor
Secara alamiah, kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Terdapat 3 cara perpindahan kalor yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari antara lain konduksi, konveksi, dan radiasi.
1. Konduksi
Perpindahan kalor dari yang bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah. Proses perpindahan energi kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut disebut juga konduksi. Contoh dari peristiwa konduksi adalah setrika, solder, panci, dan wajan. Saat udara dingin, kalian akan menggunakan jaket atau selimut untuk membuat badan kalian hangat, begitu juga dengan beruang kutub menggunakan bulu lebatnya (isolator alam)  untuk menghangatkan tubuh mereka, dan juga hewan penguin memiliki lapisan lemak (isolator alam) untuk menjaga tubuh tetap hangat.





2. Konveksi 
Konveksi adalah perpindahan kalor yang terjadi karena adanya aliran partikel-partikel zat perantara. Kalor mengalir bersama aliran partikel-partikel itu. Konveksi merupakan energi yang dipindahkan oleh gerakan suatu zat yang hangat. Contoh dari peristiwa konveksi adalah proses pemanasan air dengan ketel, terjadinya angin laut dan angin darat.
Peristiwa konveksi di pantai bisa terjadi adalah angin laut dan angin darat. Pada siang hari daratan akan lebih cepat panas dari pada lautan, sehingga udara yang ada di daratan akan bergerak naik ke atas digantikan dengan udara dari lautan (angin laut).
Angin Laut
                                         
Angin Darat

3. Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara atau medium. Ketika sebuah benda berada pada keadaan seimbang dengan sekelilingnya, benda tersebut akan meradiasikan dan menyerap energi yang sama besarnya, suhunya akan tetap. Ketika benda tersebut lebih panas dari pada sekelilingnya, benda tersebut akan meradiasikan lebih banyak energi dibandingkan energi yang diserapnya, dan suhunya akan menurun.
Contoh dari peristiwa radiasi antara lain api unggun yang dinyalakan ketika berkemah pada malam hari kalian akan merasakan hangatnya api unggun dari jarah berjauhan dan sampainya panas matahari ke bumi yang dimanfaatkan dengan cara menjemur pakaian. Pancaran panas matahari di siang hari akan dapat mengeringkan baju yang awalnya basah setelah dicuci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar